56 Nelayan Koba dapat Sertifikat Operator Radio

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sebanyak 56 Nelayan Kecamatan Koba mendapatkan bimbingan teknis dan sertifikasi operator radio (SRC) di tempat pelelangan ikan Kurau (TPI), Kamis (30/5/2024).

    Acara yang diinisiasi oleh Loka Monitor Pangkalpinang itu disambut baik oleh para nelayan dan pemerintah kabupaten Bangka Tengah karena dapat meminimalisir resiko pada nelayan.

    Asisten II Bangka Tengah Wahyu mengatakan, jika sertifikasi ini dilakukan agar nelayan paham cara menggunakan alat komunikasi (alkom) gelombang radio yang sudah disalurkan pemerintah Bangka Tengah lewat dinas Perikanan untuk meminimalisir resiko pekerjaan nelayan.

    “Jadi nelayan Bangka Tengah sudah diberikan alat komunikasi tersebut agar jika terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan di tengah laut bisa langsung menghubungi bantuan lewat frekuensi yang sudah ada. Maka dari itu sertifikasi dan bimtek ini sangat penting, ” ucapnya kepada intrik.id.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Wahyu mengungkapkan, lewat alat komunikasi ini, nelayan bisa menghubungi keluarga yang di rumah tanpa menggunakan telepon jika nantinya tidak sinyal karena adanya alat komunikasi berbasis radio yang menggunakan jaringan frequency FM.

    “Jadi gak perlu lagi khawatir dan nunggu karena gak ada sinyal hp di tengah lautan. Bisa pakai alat komunikasi ini untuk mengabari keluarga di rumah lewat frekuensi saja, ” ungkapnya.

    Ia menuturkan, resiko dalam semua pekerjaan pasti ada termasuk nelayan. Sehingga, setiap nelayan wajib bisa menggunakan alat komunikasi dan wajib punya di setiap kapal nelayan yang ada.

    Ditempat yang sama, Hendry Pribadi selaku Kepala Loka Monitor Pangkal Pinang menjelaskan, acara ini adalah pertama di Bangka Tengah dan akan menyasar ke beberapa daerah juga yang merupakan daerah nelayan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami menargetkan semua nelayan ikut sertifikasi dan bimtek ini. Agar alat komunikasi berbasis radio ini bisa digunakan dengan baik dan tidak mengganggu frekuensi radio lainnya seperti pesawat. Jadi ini sangat penting untuk keselamatan nelayan, ” jelasnya.

    Hendri juga mewajibkan, setiap kapal nelayan harus punya alat komunikasi yang bisa digunakan setiap saat guna memitigasi resiko yang ada serta dapat membantu para nelayan jika dalam kesulitan.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

      Ikuti kami di Facebook