
Mungkin banyak yang beranggapan bahwa paru-paru basah sama dengan pneumonia. Anggapan ini sebenarnya kurang tepat. Salah satu penyebab paru-paru basah adalah pneumonia. Namun, beberapa penyakit pernapasan lain juga bisa menyebabkan paru-paru basah.
Kadang kala, gejala paru-paru basah tidak terlihat. Kondisi ini umumnya baru terdeteksi saat seseorang melakukan pemeriksaan rontgen dada.
Baca juga: 9 Makanan Kaya Akan Nutrisi Wajib Konsumsi, Apa Saja?
Paru-paru basah sebenarnya bukanlah sebuah penyakit. Paru-paru basah adalah sebuah kondisi yang menyebabkan adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru. Dalam bahasa medis, kondisi ini dikenal sebagai efusi pleura atau edema paru.
Mengutip Cleveland Clinic, paru-paru basah adalah kondisi ketika adanya penumpukan atau kelebihan cairan di antara lapisan pleura. Pleura adalah selaput tipis yang memisahkan paru-paru dan bagian dalam rongga dada. Fungsinya adalah sebagai pelumas dan melancarkan pernapasan.
Di lapisan tersebut terdapat sebuah rongga, yang disebut dengan rongga pleura. Normalnya, memang terdapat sejumlah kecil cairan di pleura. Biasanya, efusi pleura diketahui dari rontgen dada. Ada dua jenis efusi pleura, yang bisa membantu dokter menentukan penyebabnya, yaitu:
Efusi pleura transudatif adalah jenis paru-paru basah yang disebabkan oleh kebocoran cairan ke dalam rongga pleura akibat peningkatan tekanan pada pembuluh darah. Jenis efusi pleura ini tergolong kebocoran cairan normal, sehingga jarang untuk dilakukan pengeringan, kecuali jika kebocoran sangat besar. Gagal jantung kongestif adalah penyebab paling umum paru-paru basah jenis transudatif.
Jenis paru-paru basah eksudatif terbentuk dari cairan ekstra, protein, darah, peradangan sel, atau terkadang karena bakteri yang bocor melalui pembuluh darah. Maka dari itu, kemungkinan dokter perlu mengeringkan efusi pleura jenis ini. Tergantung dari ukuran dan seberapa banyak peradangan terjadi.
Kondisi paru-paru basah atau efusi pleura ini umumnya tidak memperlihatkan gejala. Bahkan, pasien mungkin memperlihatkan gejala yang berhubungan dengan penyebabnya, seperti:
Anda mungkin baru mengetahui mengalami paru-paru basah melalui rontgen dada atau pemeriksaan fisik lainnya.