
Sesuai penjelasan sebelumnya, penyebab utama paru-paru basah adalah penumpukan cairan di rongga dada yang berasa di luar paru-paru. Kondisi ini pun bisa terjadi karena banyak hal. Beberapa gangguan medis yang paling umum sebagai pemicu efusi pleura meliputi:
Seperti menderita gagal jantung kongestif, saat otot jantung tak kuat lagi memompa darah ke seluruh tubuh. Penderita penyakit liver, seperti sirosis dan penyakit ginjal, juga bisa mengalaminya saat ada penumpukan cairan di tubuh, yang kemudian merembes ke rongga pleural.
Tentunya, kanker paru-paru bisa menjadi penyebab paru-paru basah. Namun, kanker jenis lain yang sudah menyebar sampai ke paru-paru atau pleura juga dapat menyebabkan kondisi ini.
Beberapa jenis infeksi yang menyerang paru-paru, seperti pneumonia (infeksi kantong udara) atau tuberkulosis, dapat menimbulkan gejala berupa paru-paru basah. Bakteri penyebab paru-paru basah yang paling sering terjadi, yaitu Streptococcus pneumoniae dan Legionella pneumophia (pneumonia bakteri). Infeksi virus seperti virus flu yang memicu penyakit flu juga menjadi penyebab umum paru-paru basah pada balita.
Mycoplasma bukan virus atau bakteri, namun organisme ini memiliki ciri-ciri keduanya. Mycoplasma dapat menyebabkan kasus paru-paru basah ringan.