
Algafry menjelaskan, tes assessment tersebut terbagi dalam beberapa sesi, mulai dari tes tertulis berbasis CAT (Computer Assisted Test) hingga wawancara langsung bersama asesor dari jajaran kepolisian.
“Dari pagi sampai sore mereka menjalani tes. Saya lihat ada yang diwawancara dalam kelompok kecil, lima orang per sesi, dan juga ada tes CAT. Pelaksanaannya luar biasa tertib dan objektif,” ungkapnya.
Menurut Algafry, keterlibatan lembaga profesional seperti Polda Babel menunjukkan keseriusan Pemkab dalam menegakkan prinsip good governance dan menghindari praktik subjektif dalam pengisian jabatan tinggi.
Bukti Kepercayaan ASN terhadap Seleksi Terbuka