Scroll untuk baca artikel
Tekno dan Otomotif

4 Tips Menggunakan Mobile Banking Agar Tetap Aman dalam Bertransaksi

255
×

4 Tips Menggunakan Mobile Banking Agar Tetap Aman dalam Bertransaksi

Sebarkan artikel ini
Mobile Banking

Tips Menggunakan Mobile Banking Agar Tetap Aman – Hidup pada zaman teknologi memang memudahkan kita untuk melakukan segala macam hal. Bahkan, untuk bekerja saja kita tidak lagi diwajibkan hadir ke kantor karena semuanya bisa dilakukan secara online atau daring. Namun, kemudahan yang ditawarkan juga memiliki kelemahan yang bisa merugikan banyak orang.

Ya, di balik kemudahan yang ada, terdapat celah keamanan yang dipertaruhkan di gawai, HP, laptop, dan perangkat komputasi apa pun yang kita gunakan sehari-hari. Nah, salah satu hal penting yang menjadi perhatian banyak kalangan adalah keamanan dalam menggunakan mobile banking atau m-Banking.

Baca juga: 4 Cara Top Up OVO Lewat Mobile Banking BCA dengan Mudah dan Praktis

So, gimana, sih, cara dan tips aman menggunakan mobile banking di HP? Terus, faktor apa saja yang membuat pengguna HP rentan terhadap pembobolan? Kalau penasaran, kamu bisa simak artikelnya sampai selesai, ya.

Faktor Membuat Pengguna HP Rentan Pembobolan

1. Jangan izinkan siapa pun untuk mengakses mobile banking milikmu

Hal ini memang terkesan paranoia dan gak masuk akal. Namun, faktanya, pihak resmi dari bank pun juga akan menyarankan kita untuk tidak memberikan orang lain akses ke rekening kita, seperti PIN, nomor OTP, nomor kartu ATM, dan nama unik (nickname) akun mobile banking yang terdaftar di HP.

Kasus pembobolan bisa saja terjadi akibat kelalaian pengguna yang mungkin tidak sengaja memberikan akses rekening kepada orang lain, termasuk keluarga atau teman. Jika mereka tahu PIN dan data tambahan di akun mobile banking kita, jelas itu menjadi jalan mulus buat mereka untuk menguras uang di rekening kita.

Baca Juga:  Begini 2 Cara Cek Refresh Rate HP dengan Mudah Tanpa Aplikasi

Laman Kaspersky menjelaskan bahwa pembobolan data di HP bisa terjadi akibat kebocoran informasi yang sifatnya rahasia. Nah, langkah awal yang dapat kita lakukan untuk mencegah pembobolan mobile banking adalah tidak memberikan informasi rahasia, baik itu PIN, nama unik, dan kode OTP, kepada siapa pun.

2. Tidak gegabah dalam memasang file asing yang datang melalui chat atau surel

Teror file asing berbasis APK masih menghantui para pengguna Android. Pada banyak kesempatan, file berbasis APK tersebut disertakan dalam chat, SMS, dan surel yang dikirim oleh pihak penipu. Sebetulnya, apa itu APK? Dilansir Tech Target, APK adalah singkatan dari Android Package Kit.

File atau aplikasi APK hanya bisa terpasang di HP dengan sistem operasi Android dan tidak dengan iPhone. Sayangnya, program APK tersebut sering dipakai oleh orang jahat untuk meretas HP milik orang lain, misalnya melalui metode phising. Metode ini dipakai untuk mengontrol dan melihat HP dari jarak jauh.

Nah, Android yang terkena phising bakal mudah dilihat oleh orang lain, termasuk ketika pemilik HP melakukan transaksi dengan mobile banking. Dengan cara ini, penjahat siber bisa dengan mudah mencuri dan mengakses akun pribadi pemilik HP.

Oleh sebab itu, kamu disarankan untuk tidak membuka file atau aplikasi asing yang disertakan melalui chat, SMS, dan surel dari orang asing.

3. Jika ada dana lebih, beli HP baru khusus untuk mobile banking

Cara atau tips ini sebetulnya agak boros dan merepotkan. Namun, jika memang memiliki dana lebih, gak ada salahnya kamu mencoba untuk menggunakan 2 jenis HP yang berbeda. Hal ini mungkin tidak berlaku kalau kamu merupakan pengguna iPhone karena iOS tidak rentan dengan file berbasis APK.

Baca Juga:  6 Cara Mengatasi Google Chrome Error di Laptop atau PC

Nah, dengan dua buah HP, kamu bisa mengakses semua akun pribadi dan mobile banking melalui HP terpisah dengan perangkat komunikasi lainnya. Pada HP khusus mobile banking yang digunakan, kamu tidak perlu menambahkan aplikasi lain yang bisa memasukkan chat atau jalur komunikasi, seperti WhatsApp, Telegram, WeChat, atau Facebook Messenger.

Metode macam ini sudah dipraktikkan oleh banyak orang dan terbukti bisa memberikan tingkat keamanan yang lebih baik. Jangan lupa aktifkan Find My Device atau Find My iPhone (pada iOS), kata sandi rumit, Face ID, dan fitur sidik jari untuk menambahkan kunci ganda di perangkat seluler yang digunakan.

4. Jangan tersambung dengan jaringan WiFi asing

Pada masa lalu, ketika aplikasi mobile banking dan akun pribadi tidak serumit sekarang, keberadaan WiFi gratis selalu dicari dan dinikmati oleh siapa saja, terutama anak muda yang gemar melakukan perjalanan. Namun, saat ini, disarankan agar kamu tidak gegabah membiarkan perangkat HP-mu tersambung dengan WiFi umum gratisan.

Berdasarkan laporan dari laman The University of Alabama, keberadaan WiFi umum tidak selalu nyaman, bahkan cenderung berbahaya. Jaringan WiFi umum biasanya tidak terenkripsi dan ini menjadi celah bagi peretas untuk berjalan bebas ke dalam perangkat komputasi yang terhubung di dalamnya.

Percuma saja kalau HP-mu memiliki kata sandi kuat, tapi sering terhubung dengan WiFi umum gratisan. Pasalnya, penjahat siber tidak membutuhkan kata sandi ketika ia sudah masuk ke HP melalui jaringan WiFi tersebut. Jadi, gunakan saja paket data dari penyedia layanan telekomunikasi. Kalau ke luar negeri, kamu bisa menyewa perangkat WiFi yang ada di negara kita sebelum jadwal keberangkatan.

Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas