Tolak di Vaksin, Pegawai Terancam Tak Dapat TPP Hingga Kontrak Tak Diperpanjang

    SUNGAILIAT, INTRIK.ID — Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka berlakukan pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PNS yang menolak untuk di vaksin covid-19 (sinovac), Rabu (3/2/2021).

    Bukan hanya itu saja, pegawai honorer juga tidak akan diperpanjang kontraknya apabila menolak diberikan vaksin tersebut.

    Kepala Dinas Kesehatan Bangka, dr Then Suyanti mengatakan pihaknya memberlakukan aturan tersebut bagi seluruh pegawai tenaga kesehatan (nakes).

    “Mereka ini (nakes) pelayanan langsung jadi harus mendukung program pemerintah karena kalau sampai menyebabkan kematian, nanti yang muncul adalah angka kematian nakes,” ungkapnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Kebijakan tersebut diambil agar seluruh nakes bisa mengikuti program pemerintah sehingga memberikan contoh bagi masyarakat lainnya.

    “Itu kebijakan kami saja, jadi seluruh nakes harus mengikuti program pemerintah. Kalau pelayanan kesehatan sendiri tidak memberi contoh, bagaimana memberi contoh ke masyarakat luas,” tambah dr Then.

    Baca juga: Satu Orang Meninggal Positif Covid-19 Setelah Rombongan Bupati Bangka Selesai Divaksin

    Ia mengatakan kebijakan tersebut baru berlaku hanya untuk di Dinas Kesehatan Bangka saja dan belum berlaku bagi OPD lainnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Itu baru kebijakan kami dulu, untuk OPD lainnya kami tunggu arahan dari bupati,” tegasnya.

    Meskipun begitu, ia juga mengatakan ada sebagian pegawainya yang batal diberikan sinovac karena terkendala dengan riwayat penyakit mulai dari jantung, alergi, menyusui maupun sedang hamil.

    “Rata-rata yang tertunda ini karena hipertensi, memiliki riwayat DM (diabetes melitus-red) sekitar seribuan nakes termasuk juga yang sedang menyusui dan hamil,” pungkasnya.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    100 Sembako Disiapkan, 93 Warga Datang Berdonor di Hari Donor Darah Sedunia

    100 Sembako Disiapkan, 93 Warga Datang Berdonor di Hari Donor Darah Sedunia

    Bangka Harmoni Retorika atau Fakta Publik Menunggu

    Bangka Harmoni Retorika atau Fakta Publik Menunggu

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Analisis Kritis Manajemen Biaya dan Keberlanjutan Usaha pada UMKM Bakso & Mie Ayam Mas Blankon Pasca Pandemi.

    Analisis Kritis Manajemen Biaya dan Keberlanjutan Usaha pada UMKM Bakso & Mie Ayam Mas Blankon Pasca Pandemi.

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati