
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sebanyak 139 peserta ikut seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten tahun 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Gedung Diklat BKPSDMD Bangka Tengah pada Senin (13/04/2026) ini fokus pada Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU).
Seleksi tahun ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang terhubung langsung dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas guna menjaring putra-putri terbaik daerah yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga secara intelektual dan ideologi.
Efrianda selaku wakil bupati Bangka Tengah (Wabup Bateng) menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah tanggung jawab besar yang melampaui seremoni baris-berbaris.
“Menjadi Paskibraka bukan hanya tentang mengibarkan bendera, tetapi tentang menjadi simbol kedisiplinan, tanggung jawab, nasionalisme, dan semangat juang generasi muda,” ujarnya di hadapan 43 peserta dari Kecamatan Koba dan Lubuk Besar untuk tes di Koba.
Lebih lanjut, ia berpesan agar para peserta tidak berkecil hati dengan hasil akhir nanti jika tidak sesuai harapan.
“Anak-anak semua, setiap tahapan seleksi itu harus kita dijadikan pengalaman berharga untuk membentuk karakter disiplin dan loyalitas kita, terlepas dari apakah nantinya dapat terpilih atau tidak dalam kuota 40 besar, harus tetap semangat ya,” pesan Efrianda.
Senada dengan Wakil Bupati, Kepala Badan Kesbangpol Bangka Tengah, Zainal, menjelaskan bahwa seleksi hari ini merupakan kelanjutan dari rangkaian sosialisasi yang telah dilakukan di berbagai kecamatan. Ia menekankan pentingnya penguasaan materi karena sistem penilaian yang kini terintegrasi secara nasional.
“Apa yang nanti dikerjakan itu akan konek ke BPIP. Kami yakin ini adalah nilai plus dari adik-adik semua, baik di sekolah maupun nantinya di luar,” ungkap Zainal saat memberikan laporan kegiatan.
Zainal juga menyampaikan bahwa pihak Kesbangpol berharap tim seleksi dan panitia dapat bekerja secara profesional sesuai regulasi yang berlaku.
“Diharapkan nanti segala proses dapat dilaksanakan sesuai regulasi, karena hasil dari pendidikan dan pelatihan Paskibraka nantinya dipastikan akan memberi dampak positif jangka panjang bagi kepribadian siswa dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi dari lima sekolah, yakni SMAN 1 Koba, SMKN 1 Koba, SMKN 2 Koba, SMAN 1 Lubuk Besar, dan MA Al-Muhajirin Koba. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di MAN IC Bangka Tengah bagi peserta dari Kecamatan Sungaiselan, Pangkalanbaru, Namang dan Simpang Katis.