
Ditempat yang sama, Plt. Kabag Kesra Dori Oktora menjelaskan, ada 120 ibu-ibu sebagai peserta yang ikut dari berbagai majelis taklim, kelompok pengurus jenazah seluruh desa se-Kabupaten Bangka Tengah dan jalur umum.
“Untul perwakilan 2 orang setiap desa dan kelurahan yang mengutus, terus ibu-ibu mejelis taklim, ada yang umum juga,” jelasnya kepada intrik.id.
Dori juga mengatakan, Bimtek ini diikuti oleh orang-orang yang sudah tau mengurusi jenazah muslimah dengan baik, namun bimtek ini bertujuan bukan hanya melatih tetapi menyamakan persepsi.
“Kan kalau pengurusan mayat ada syarat, rukun, dan kultur budaya. Termasuk ada yang haram dilakukan dalam teknis pengurusan mayat. Jadi kita samakan persepsi terlebih dahulu. Seperti kultur budaya apakah sesuai syariat islam atau tidak. Kalau tidak ya silahkan saja, selama syarat dan rukun terpenuhi. Intinya kita samakan persepsi,” tutupnya. (erwin)