1 Mei, Momentum Hari Buruh di Masa 1 Tahunnya Covid-19

    Foto: Eqi Fitri Marehan

    Penulis: Eqi Fitri Marehan, S.ikom

    Anggota ATPUSI Kab Bangka

     

    Setiap tanggal 1 Mei, seluruh dunia merayakan Internasional Workers Day, atau yang di kenal sebagai Hari Buruh Internasional yang bisa juga disebut May Day. Bagi kebanyakan orang di belahan bumi utara biasannya May Day ini digambarkan dengan festival yang cerah dan kegembiraan untuk menanti hari-hari yang hangat di musim semi. Namun tak semuanya begitu, May Day juga merupakan hari yang penuh protes, demonstrasi, dan kerusuhan para pekerja.

    Pada awalnya May Day adalah hari libur kaum pangan yang dirayakan setiap awal musim panas. Tanggal 1 Mei juga dirayakan sebagai hari libur kaum pekerja di beberapa wilayah. Hari buruh lahir dari berbagai rentetan perjuangan keras para pekerja, untuk meraih kendali ekonomi-politis hak-hak industrial. Yang paling lekat dalam ingatan tentang hari buruh adalah aksi mogok kerja para buruh yang terjadi dilapanga Haymarket, Chicago pada Mei tahun 1886 lalu.

    Indonesia sendiri menetapkan hari butuh yang jatuh pada 1 Mei juga melalui berbagai perjalanan panjang. Perayaan tahunan para pekerja itu bahkan sempat ditiadakan pada era orde baru. Pemerintah presiden Suharto kala itu, mengidentikan peringatan May Day dengan ideologi komunis. Menurut sejarahnya, peringatan Hari Buruh sudah di peringati di Nusantara pada masa pra kemerdekaan. Ratusan anggota Serikat Buruh “Kung Tang Hwee Koan” (serikat buruh bermarkas di Shanghai) menggelar peringatan Hari Buruh di Surabaya pada tanggal 1 Mei 1918, kemudian diverifikasi sebagai sejarah Hari Buruh pertama kali di Indonesia.

    Lalu bagaimana dengan hari buruh pada 1 May 2021? Tahun ini terjadi penutupan wilayah di banyak negara dan berarti para demontrasi terpaksa harus tinggal di rumah. Organisasi Buruh Internasional PBB (ILO) telah memperingati bahwa separuh dari seluruh pekerja di seluruh dunia terancam bahaya kehilangan mata pencaharian mereka karena Covid-19 ini. Banyak diantara mereka memilih untuk di rumah setelah adanya peraturan pemerintah untuk bekerja dari rumah.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook