
SUNGAILIAT, INTRIK.ID – Romlan, selaku Pemimpin Redaksi dan Penanggung jawab media siber kabarbangka.com, Jum’at (12/2/2021) siang membuat laporan pengaduan ke Polres Bangka.
Laporan pengaduan tersebut dugaan pengancaman serta intimidasi diduga dilakukan oleh Baheg ( nama panggilan ) nama lengkap belum diketahui, warga Kecamatan Belinyu, selaku teradu. Terhadap wartawan media siber Kabar Bangka. Com, Randhu Oktora alias Edho.
Menurut keterangan Romlan, dugaan sementara ancaman itu lantaran media miliknya ( Kabar Bangka. com ) beberapa waktu lalu memberitakan aktivitas tambang milik Baheg diduga ilegal.
“Dugaan sementara, teradu melakukan intimidasi itu karena berita di media kabarbangka.com, terkait penambangan timah yang diduga ilegal di Dusun Tirus, Desa Riau, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, belum lama ini. Inti masalahnya adalah, teradu tidak terima tambangnya yang diduga ilegal diberitakan. Maka saya tidak terima wartawan media saya diancam atau diintimidasi, Kami terbuka dengan semua pihak, sesuai perintah UU Pers dan KEJ,” tegas Romlan.
Jika keberatan atas pemberiaan, Romlan menyampaikan ada proses bisa dilakukan.
“Ini pelajaran untuk kita semua dan publik. Bahwa berita adalah produk jurnalistik. Jika ada keberatan dengan pemberitaan, seharusnya diselesaikan dengan mekanisme jurnalistik, yaitu dengan menggunakan hak jawab atau hak koreksi, bukan dengan cara pengancaman atau intimidasi,” tambahnya.
Terpisah Randhu Oktora alias Edho saat dikonfirmasi INTRIK.ID mengatakan kejadian saat dirinya mau tukar motor.
“Kejadian sekitar jam 9 di Desa Riding Panjang saya mau tukar motor dirumah pacar saya rencana mau ke Sungailiat, habis keluar motor orang itu ( Baheg – red manggil saya , dho sini ! saya datang ke pintu sebelah mobilnya. Dia bilang ini uang 20 juta rupiah, kita ngecuk ditambang tapi kau ikut saya dulu yuk masuk kedalam mobil kita selesaikan. Saya bilang tidak mau karena saya mau ke sungailiat mau nemui pak Romlan,” ungkap Edho.
Dari pengakuan Edho, yang bersangkutan mengambil sesuatu dari dalam mobil, membuat dirinya menyingkir dari mobil tersebut.
“Kelihatan saya dia ambil sesuatu dari dalam mobil, terus diabilang yuk masuk dalam mobil kamukan media kuat, saya itu cari makan di TI , tunggu saya ambil pisau kata Edho menirukan ucapan Baheg. terus dia langsung pergi ke arah sungailiat dan saya balik ke Belinyu minta perlindungan pak camat Belinyu.
Dengan ancaman itu saya merasa cemas, diluar ini serius atau tidak bagi saya ancaman itu buat saya cemas,” aku Edho.
Sementara itu Camat Belinyu Syarly Nopriansyah dihubungi INTRIK.ID membenarkan kalau Edho datang menemuinya.
“Benar saudara Edho menemui saya dirumah dinas, menceritakan kejadian dirinya diancam orang, dia merasa cemas. Usai sholat jumat Edho tidak ada lagi dirumah,” kata Syarly Nopriansyah.
Mengenai Laporan Pengaduan tersebut, Kasatreskrim Polres Bangka AKP Dedi Setiawan mengatakan akan mempelajari dulu.
“Kita pelajari dulu seperti apa laporan pengaduan itu, siapa tau diduga jadi korban ( Edho – red ) membuat laporan ke Polsek Belinyu. nanti kita cek karena kejadiannya masuk wilayah hukum Polsek Belinyu,” tutupnya.