
Ia mengaku resah dengan adanya bangunan tersebut yang mana seharusnya tidak boleh ada aktivitas apapun karena masih berstatus quo.
“Kami ini resah, kok ada gudang dibangun dari September ini. Inikan tanah pemerintah dan ini IUP PT Timah. Ini yang jadi pertanyaan masyarakat,” ungkapnya di Nibung, Jumat (26/12/2025).
Warga Simpang Perlang itu juga sudah mengkonfirmasi bahwa tak ada perjanjian kontrak untuk pembangunan gudang yang ada di wilayah Merbuk-Punguk-Kenari.