
“Karena kita udah masak duluan kita sering nganter makanan untuk berbuka bagi teman atau tetangga yang masih puasa karena ini adalah hari yang fitri, ” lanjutnya.
Win berharap hari lebaran bisa ramai tanpa takut pandemik Covid 19 lagit dan juga bisa bersamaan perayaannya.
Ditempat lain, Patrian (32) warga Koba yang belum lebaran mengatakan, jika selama ini tidak ada masalah perbedaan waktu dengan Muhamadiyah.
“Malah saya sering ikut Muhamadiyah jadinya, langsung bertamu sama makan mas, ” ucapnya sambil tertawa.