
Bekerja sebagai buruh harian tanpa penghasilan tetap, tidak membuat bapak tersebut hilang semangat. Beranjak dari tempat duduknya, sang bapak memperhatikan seekor ayam yang lagi mengais cacing di halaman depan rumahnya.
Dalam hati sang bapak itu pun berkata” ayam diciptakan Allah SWT tanpa akal , hanya bermodalkan kedua kakinya untuk mengais cacing untuk dimakan. Sedangkan manusia punya akal dan pikiran, kenapa aku sebagai manusia tidak bisa berguna untuk anakku sendiri”. Puas memperhatikan ayam sang bapak duduk kembali sembari menyalakan sebatang rokok.
Dibelakang rumah bertemu dengan ibunya, sang anak menceritakan apa barusan yang dia sampaikan kepada bapaknya. “Bu tadi saya ada menyampaikan sesuatu tentang sekolah saya bu kepada bapak” Sang ibu yang masih pegang makanan ayam sontak membalas ” Emangnya apa yang kau sampaikan kepada bapakmu” tanya ibu.
Ditengah suara berisik ayam lagi makan sang anak mengatakan pada ibunya” Tadi saya bilang sama bapak, saya tidak mau lagi meneruskan sekolah ke SLTA, takut menjadi beban biaya bapak” mendengar perkataan anaknya, ibu itu terdiam membisu. Tidak lama berselang ibu pun menjawab ” Nanti ibu ngomong sama bapak ya”.