Vaksin Sudah Ada, Pendeteksi Covid19 Mudah Didapat Tapi Mudik Dilarang

    Foto: Maulidiyah Wahyuni

    Berkaca pada tahun 2020, perihal pelarangan mudik telah mengalihkan gaya silaturahmi kita dalam momentum lebaran. Adanya pelarangan mudik bukan berarti jalinan komunikasi dapat terputus. Namun demikian, jalinan komunikasi mulai beralih dari dunia nyata ke jagat maya. Saat ini basis komunikasi mulai dijembatani dengan bantuan layar canggih. Pemanfaatan model komunikasi demikian, memungkinkan jalinan interaksi tetap terjalin. Peralihan ini tidak dipungkiri merupakan pengaruh kuat dari perkembangan industri teknologi yang cukup kilat.

    Meskipun jalinan komunikasi masih dapat dijangkau, namun dari segi ekonomi tentu berbeda jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Hal tersebut sangat nampak pada perayaan hari raya lebaran. Pasalnya, ketika momentum lebaran masyarakat di Indonesia lekat pada tradisi memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada sanak saudara. Kendati demikian, pada masa pandemi tradisi tersebut menjadi agak terhambat. Fenomena tersebut yang kemudian dapat menyumbat perputaran uang ke daerah.

    Disisi lain mudik bukan sekedar aktivitas rutin yang kerap dilakukan menjelang lebaran. Aktivitas mudik pada hakikatnya terjalin ketika terjadi keterikatan emosional yang begitu kuat dalam masyarakat. Sejatinya, keterikatan emosional mampu menjadi faktor pendorong masyarakat di Indonesia melakukan mudik. Oleh karena itu, tidak heran bilamana kebijakan larangan mudik masih dilanggar oleh sebagian masyarakat Indonesia kala itu.

    Namun demikian, apabila seluruh masyarakat Indonesia secara komprehensif mampu memahami konsekuensi mudik di masa pademi Covid-19, maka larangan mudik tak perlu dilanggar. Maka dari itu, sudah tugas kita untuk memutus mata rantai Covid-19. Akankah terwujud? Semua bergantung pada diri kalian masing masing.(*)

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook