
Selain mengenakan pakaian berwarna merah, kain sarung berwarna hitam, serta ornamen lainnya, para santri juga memegang berbagai tulisan kaligrafi hasil karya tangan dan selogan-selogan yang menginspirasi serta memperkuat ciri khas sebagai seorang santri.
Salah satu tulisan yang paling menonjol yaitu “Santri Kampung”, yang memiliki makna filosofis penting; meskipun santri berasal dari kampung tapi tidak kampungan. Wawasan atau penguasaan ilmu agama dan pengetahuan pada ilmu-ilmu umum lainnya juga sama cakapnya dengan santri-santri lainnya yang ada di kota-kota besar. Bermodal kecakapan tersebut santri kampung dapat bersaing dengan dunia luar. (red)