
Misalnya, jika Anda mengunggah foto pantai dengan langit dan awan, AI akan menghidupkan awan dengan gerakan lambat dan mengubah warna langit secara bertahap. Bahkan suara deburan ombak pun bisa ditambahkan untuk menciptakan suasana yang realistis.
TikTok menjelaskan bahwa fitur AI Alive hadir untuk mendorong kreativitas pengguna. AI menganalisis setiap obyek dalam foto dan menghidupkannya berdasarkan karakteristik aslinya. AI dapat membuat wajah-wajah dalam foto tersenyum, berkedip, atau menunjukkan ekspresi, sedangkan AI akan menggerakkan obyek seperti awan atau kendaraan secara natural sesuai konteksnya.
Nah, yang membuat fitur ini menarik adalah sentuhan suara. Jika dalam foto terdapat kendaraan, AI bisa menambahkan suara mesin atau klakson. Begitu pula dengan suasana alam seperti hutan, laut, atau kota yang akan disertai efek suara sesuai dengan obyek visual.
Menggunakan fitur AI Alive sangatlah mudah. Berikut langkah-langkahnya:
Setelah selesai, video bisa langsung Anda bagikan di TikTok Story dan muncul di feed Untuk Anda (For You), Mengikuti, dan juga di halaman profil.
Setiap video yang Anda buat dengan fitur AI Alive TikTok akan secara otomatis mendapatkan label “AI Generated” atau sejenisnya. Ini merupakan bagian dari upaya transparansi TikTok agar pengguna lain tahu bahwa konten tersebut Anda buat dengan bantuan teknologi AI, bukan oleh manusia sepenuhnya.
Selain itu, metadata C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity) juga akan tersemat ke dalam konten tersebut. Metadata ini tetap melekat meskipun video Anda unduh atau bagikan di luar platform TikTok, menjaga keaslian dan asal-usul konten.
TikTok memastikan bahwa fitur AI Alive ini tetap berada dalam koridor kebijakan komunitas yang berlaku. Setiap konten yang Anda hasilkan melalui fitur ini akan melewati proses moderasi otomatis, termasuk review terhadap prompt teks, isi foto, serta hasil akhir video sebelum Anda tampilkan ke publik.