
“Bagaimana kejelasan dana kompensasi KIP IUP Swasta itu, saya akan tanyakan pihak owner KIP serta Dinas Pertambangan Pemprov Babel. Karena pihak KIP mitra PT. Timah ada kompensasi untuk masyarakat, kenapa KIP IUP Swasta tidak ada, pada hal masih diperairan yang sama walaupun beda IUP,” tegasnya.
Kepada warga Fitri menyampaikan kalau dana kompensasi dibagikan Panitia, itu dari KIP Mitra PT. Timah bukan KIP IUP Swasta.
“Saya tegaskan sekali lagi, tidak satu sen pun dana kompensasi KIP IUP Swasta yang kami bagikan kepada warga. Nah selama ini warga menerima dana kompensasi itu dari KIP Mitra PT. Timah. Jangankan dana kompensasi, KIP IUP Swasta masuk tidak ada sosialisasi dengan masyarakat,” pungkasnya.
Salah satu warga Matras SS kepada INTRIK.ID mengatakan sudah lama KIP IUP Swasta beroperasi pembongkaran hasil produksi terkesan sembunyi.
“Dana kompensasi dan panitia KIP IUP Swasta tidak jelas seperti apa, bahkan saat bongkar hasil biji timah terkesan sembunyi. Kami ingin transfaran seperti KIP mitra PT.Timah. untuk itu saya selaku salah satu warga, meminta kepada Fitri selaku ketua panitia mencari kejelasan dana kompensasi itu seperti apa,” kata SS.