Tidak Jelas Soal Kompensasi IUP Swasta, Warga Matras Geruduk Rumah Fitri

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Puluhan warga lingkungan Matras, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, mendatangi rumah kediaman Ketua Panitia Kompensasi Kapal Isap Produksi ( KIP ) mitra PT. Timah Fitri, Kamis ( 1/7/2021) malam di Matras.

    Kedatangan puluhan warga itu mempertanyakan kepada Fitri, apakah dana kompensasi KIP beroperasi di Izin Usaha Pertambangan ( IUP ) Swasta tepatnya diperairan laut Matras, sudah termasuk yang mereka terima selama ini?

    Pantauan INTRIK.ID puluhan warga Matras itu langsung diterima Fitri, selaku ketua Panitia Dana Kompensasi KIP Lingkungan Matras. Saat pertemuan dirinya ( Fitri – red ) mengatakan tidak mengetahui dana dimaksud.

    “Pertama saya selaku ketua Panitia Kompensasi KIP Mitra PT. Timah Lingkungan Matras, sampai hari ini tidak mengetahui kemana dana Kompensasi KIP IUP Swasta itu. Kalau pun ada, seperti apa pola penyalurannya saya juga tidak tau,” kata Fitri.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Menanggapi pertanyaan warga soal kejelasan dana Kompensasi tersebut, Fitri menyampaikan akan berkordinasi dengan pihak terkait.

    “Bagaimana kejelasan dana kompensasi KIP IUP Swasta itu, saya akan tanyakan pihak owner KIP serta Dinas Pertambangan Pemprov Babel. Karena pihak KIP mitra PT. Timah ada kompensasi untuk masyarakat, kenapa KIP IUP Swasta tidak ada, pada hal masih diperairan yang sama walaupun beda IUP,” tegasnya.

    Kepada warga Fitri menyampaikan kalau dana kompensasi dibagikan Panitia, itu dari KIP Mitra PT. Timah bukan KIP IUP Swasta.

    “Saya tegaskan sekali lagi, tidak satu sen pun dana kompensasi KIP IUP Swasta yang kami bagikan kepada warga. Nah selama ini warga menerima dana kompensasi itu dari KIP Mitra PT. Timah. Jangankan dana kompensasi, KIP IUP Swasta masuk tidak ada sosialisasi dengan masyarakat,” pungkasnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Salah satu warga Matras SS kepada INTRIK.ID mengatakan sudah lama KIP IUP Swasta beroperasi pembongkaran hasil produksi terkesan sembunyi.

    “Dana kompensasi dan panitia KIP IUP Swasta tidak jelas seperti apa, bahkan saat bongkar hasil biji timah terkesan sembunyi. Kami ingin transfaran seperti KIP mitra PT.Timah. untuk itu saya selaku salah satu warga, meminta kepada Fitri selaku ketua panitia mencari kejelasan dana kompensasi itu seperti apa,” kata SS.

    Sementara itu SB juga warga Lingkungan Matras menyebutkan kalau KIP IUP Swasta sudah sering bongkar, namun dana kompensasi tak pernah menerima.

    “Karena saya warga Lingkungan Matras, saya sering lihat KIP IUP Swasta sudah bekerja kurang lebih 5 bulan. Sering bongkar hasil produksi akan tetapi dana kompensasi belum pernah saya terima,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Revitalisasi Kawasan Kolong Akhlak, PT Timah dan Pemkab Bangka Tanam Mangrove hingga Pohon Buah

    Revitalisasi Kawasan Kolong Akhlak, PT Timah dan Pemkab Bangka Tanam Mangrove hingga Pohon Buah

    Agar Program PPM Tepat Sasaran, PT Timah Gelar Konsultasi Publik dan FGD

    Agar Program PPM Tepat Sasaran, PT Timah Gelar Konsultasi Publik dan FGD

    Ada Fitur Tambahan, APDESI Bangka Gelar Bimtek Siskeudes Versi 2.0.9

    Ada Fitur Tambahan, APDESI Bangka Gelar Bimtek Siskeudes Versi 2.0.9