
Kata Budi, pada prinsipnya kolaborasi ini dilakukan u tuk mencegah upaya terjadinya korupsi. Oleh karenanya ia mengingatkan kepada penyelenggara pilkada yang mendapatkan kucuran dana hibah agar dapat dilaksanakan susuai dengan aturan yang berlaku.
“Jadi yang kami tekankan adalah langkah antisipasi itu, ” ungkapnya.
Selain itu terkait capaian target partisipasi pemilih, Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan sebesar 83 persen sesuai dengan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) yang lalu. Sebab Budi menyebut bahwa pilkada ini memiliki makna yang fekat fengan masyarakat karena memilih pemimpin daerah.
“Berkaca dari tahun sebelunnya lima tahun ke belakang cuma 56 persen ini sangat rendah dan target kita sama dengan pemilu kemarin 83 persen sesuai dengan sama dengan pemilu. Karena ini memilih pemimpin, memilih bapak, induk orang tua kita baik itu kota pangkalpinang maupun provinsi bangka bekitung, ” ujarnya.