Target Naik Dua Kali Lipat, Arianto Tetap Optimis

    Foto: Sekretaris DPPKAD Bangka, Arianto.

    INTRIK.ID, BANGKA — Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Bangka optimistis dapat mencapai target di 2024 ini.

    Sekretaris BPPKAD Bangka Arianto mengatakan ada kenaikan targer dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 250 milliar.

    “Target kita tahun ini 250 miliar tapi untuk pajaknya sendiri sekitar 146 miliar,” ungkapnya, Senin (29/1/2024).

    Dalam memudahkan perolehan tersebut, pihaknya sudah menyiapkan dua aplikasi yakni Sedulang dan Smartgov yang dapat digunakan masyarakat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Dengan aplikasi tersebut, masyarakat bisa menggunakan berbagai fitur mulai dari pendataan hingga penagihan.

    “Jadi masyarakat atau wajib pajak tidak susah-susah lagi datang ke kantor, tidak perlu antri lagi. Cukup dengan online,” ungkapnya.

    Ia mengatakan aplikasi tersebut bisa didownload melalui PlayStore atau smartphone lainnya.

    Ari juga mengatakan aplikasi tersebut mensupport capaian target pendapatan daerah melalui sektor pajak dan retribusi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “InsyaAllah kami komitmen dan siap untuk mencapai target itu,” tegasnya.

    Tagged with:
    ariantoDPPKADPajak
    Mungkin Suka Ini juga:
    Bupati Sampaikan LKPJ tahun 2025 di DPRD Bangka

    Bupati Sampaikan LKPJ tahun 2025 di DPRD Bangka

    Breaking News ! Tim Tabur Kejati Tangkap Marwan

    Breaking News ! Tim Tabur Kejati Tangkap Marwan

    Ramai Masyarakat Antrian BBM, Bambang Patijaya : Jangan Kawatir Stok Aman

    Ramai Masyarakat Antrian BBM, Bambang Patijaya : Jangan Kawatir Stok Aman

    Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

    Zakat Fitrah 2026 di Kabupaten Bangka Rp42 Ribu atau 2,7 Kg Beras

    Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

    Muscab VI HNSI Bangka, Ahim : Kita Bukan Mencari Panggung

    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan