
Hal serupa disampaikan Nurmala yang mendampingi putranya, Rapael. Ia mengaku sempat khawatir sebelum proses khitanan dimulai, namun rasa cemas itu hilang setelah melihat anaknya menjalani tindakan dengan tenang.
“Saya deg-degan sih, cuma anaknya biasa saja. Malahan segar katanya, tidak ada rasa sakit. Hanya takut sedikit,” katanya.
Menurut Nurmala, program tersebut sangat membantu masyarakat karena biaya khitan di tempat lain cukup tinggi dan menjadi beban bagi sebagian keluarga.
“Syukurlah ada kegiatan seperti ini. Sangat membantu kami,” ucapnya.
Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, yang hadir meninjau kegiatan mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat.