
“Pohon bakau adalah benteng alami yang melindungi pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, menyerap emisi karbon, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, menjaga mangrove adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Bahar.
Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi juga ikut merawat mangrove yang telah ditanam.
“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak hanya menanam mangrove hari ini, tetapi juga merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan,” katanya.
Bahar juga mengapresiasi keterlibatan para pelajar dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi langkah strategis untuk membangun budaya cinta lingkungan sejak dini.
Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Keterlibatan siswa MumTas Koba dalam penanaman mangrove menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kawasan pesisir.