Tak Disiplin Dalam Berkendara Sebabkan Tingginya Angka Kecelakaan

    Foto: ilustrasi. (Net)

    Dalam berlalu lintas, kita sering menjumpai para pengendara yang semena-mena di jalanan. Mereka sudah mengetahui peraturannya,  namun masih tetap melanggar tanpa merasa bersalah. Sebagai contoh, seperti yang kita ketahui ketika berada di lampu merah, hal yang seharusnya dilakukan oleh pengendara yang baik adalah berhenti ketika lampu menunjukkan warna merah. Namun, bagi mereka yang tidak peduli terhadap aturan, mereka langsung “menerobos” lampu merah dengan begitu saja. Bayangkan jika ada pengendara dari arah berlawanan yang lampunya sudah hijau, dan berpapasan dengan si pelanggar tersebut, maka bisa saja terjadi tabrakan yang tidak bisa di elakkan di antara keduanya.

    Bukan hanya mereka saja, tetapi dapat juga menyebabkan kecelakaan beruntun, sehingga banyak korban jiwa yang bermunculan. Dapat kita ambil pula dari contoh yang lain, misalkan seorang pengendara yang taat peraturan berkendara di jalanan sesuai dengan aturan berlalu lintas. Namun, tiba-tiba dari arah belakang ada seorang pengendara yang berkendara secara ugal-ugalan. Lalu, dengan aksinya itu, dia “menyalip” kendaraan yang ada di depannya tersebut tanpa memikirkan hal berbahaya apa yang akan terjadi. Bayangkan, apabila pengendara di depannya tidak “mengelak”, bisa saja terjadi kecelakaan yang parah. Bahkan setelah kecelakaan pun, mereka yang bersalah masih mengatakan bahwa mereka tidak bersalah, dan tidak sedikit dari mereka yang marah-marah di jalanan.

    Fenomena tersebut disebabkan karena adanya sebagian masyarakat beranggapan bahwa aturan lalu lintas yang dibuat tidak memiliki keuntungan bagi mereka, melainkan hanya memperlambat aktivitas yang dilakukan masyarakat itu sendiri. Ketidakpedulian seperti itulah yang menyebabkan proses kegiatan berlalu lintas tidak terlaksana dengan tertib. Padahal hukum diambil berasal dari masyarakat dan  diperuntukkan untuk mencapai kedamaian di masyarakat pula.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook