Stop Bullying ! Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Babel Gelar Edukasi Kriminologi Movement

    Caption: Kegiatan HIMAKRIM Babel

    PANGKALPINANG.INTRIK.ID – Maraknya terjadi kekerasan dan perundungan ( Bullying) terhadap anak , baik dilakukan sesama anak atau orang dewasa dipicu berbagai hal. Kondisi seperti ini sangat memperihatinkan dan butuh pencegahan sebelum peristiwa itu terjadi.

    Menyikapi hal tersebut mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kriminologi Universitas Muhammadiyah ( HIMAKRIM) Bangka Belitung menggelar Kriminologi Movement. Bertemakan “Anak Cerdas Tanpa Kekerasan Mewujudkan Lingkungan Aman Bersama Kriminologi”.

    Kegiatan bertempat di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Pangkalpinang
    dipimpin oleh Bapak Isjunaidi selaku Kepala Panti, Sabtu ( 20/12/2025)
    Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian mahasiswa Kriminologi terhadap isu perlindungan anak, khususnya dalam pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan sosial anak.

    Ketua HIMAKRIM Fazril Ilham menyampaikan bahwa Krimatologi Movement dirancang sebagai ruang edukatif dan aman bagi anak-anak, untuk mengenal hak-hak mereka serta berani bersuara terhadap segala bentuk kekerasan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa kriminologi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan kekerasan sejak dini.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif, interaktif, dan kreatif disesuaikan dengan karakteristik anak-anak panti. Kegiatan diawali dengan edukasi dan sosialisasi anti-bullying. Membahas pengertian bullying beserta jenis-jenisnya, meliputi bullying fisik, verbal, relasional, dan siber. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying terhadap kondisi mental, emosional, dan sosial, serta tanda-tanda seseorang menjadi korban maupun pelaku bullying.

    Selanjutnya, peserta mengikuti diskusi interaktif “Yuk Cerita”* yang menjadi ruang aman (safe space) bagi anak-anak untuk menyampaikan pengalaman, pendapat, maupun pertanyaan terkait bullying. Diskusi ini dipadukan dengan games edukatif guna menumbuhkan keberanian, empati, serta sikap saling menghargai.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melukis bersama sebagai media ekspresi kreatif anak-anak panti. Hasil karya anak-anak dipamerkan di lingkungan panti dan diunggah melalui media sosial HIMAKRIM sebagai bentuk kampanye edukasi publik.

    Melalui kegiatan ini, HIMAKRIM berharap dapat berkontribusi nyata dalam mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sekaligus memperkuat peran mahasiswa kriminologi sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan humanis.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sumber: HIMAKRIM Babel

    Mungkin Suka Ini juga:
    Tak Mau Anak Desa Gagal Kuliah karena Biaya, Kades Perlang Jemput Bola Daftarkan Tiga Warga ke Kampus

    Tak Mau Anak Desa Gagal Kuliah karena Biaya, Kades Perlang Jemput Bola Daftarkan Tiga Warga ke Kampus

    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel

    Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel

    Bukan Sekadar Donor, 100 Warga Pangkalpinang Diganjar Penghargaan Setelah 10 Kali Menyelamatkan Nyawa

    Bukan Sekadar Donor, 100 Warga Pangkalpinang Diganjar Penghargaan Setelah 10 Kali Menyelamatkan Nyawa

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah