
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Dalam upaya nyata mewujudkan visi “Pangkalpinang Bersih” dan mengantisipasi genangan air di musim penghujan, Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar aksi gotong royong massal di sejumlah titik rawan, Selasa (12/5/2026).
Aksi bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna. Tidak hanya melibatkan jajaran birokrasi, kegiatan ini juga memperlihatkan kemanunggalan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi salah satu saluran air atau siring di sisi jalan utama yang cukup memprihatinkan. Drainase tersebut tertutup tumpukan sampah domestik serta ditumbuhi tanaman liar yang rimbun. Kondisi ini menyebabkan aliran air tersumbat total (mampet), yang selama ini dituding menjadi penyebab utama air meluap ke jalan saat hujan turun.
”Hari ini kita turun lengkap. Fokus utama kita adalah normalisasi siring yang mampet. Kita lihat sendiri, sedimentasi dan sampah sudah menutup jalur air. Jika tidak kita angkat bersama, dampaknya adalah banjir yang merugikan warga sendiri,” ujar Wakil Wali Kota di sela-sela kegiatan.
Guna memastikan pembersihan berjalan efektif, sejumlah instansi terkait turut diterjunkan, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengerahkan armada truk sampah untuk mengangkut limbah siring. BPBD Kota Pangkalpinang membantu evakuasi material berat dan pembersihan tanaman liar yang menghambat arus air. Aparatur Wilayah, seluruh Camat dan Lurah setempat turun langsung memandu warga di wilayah masing-masing.
Wakil Wali Kota mengapresiasi antusiasme warga yang ikut turun membawa cangkul dan peralatan kebersihan. Namun, beliau juga mengingatkan bahwa gotong royong ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat agar masyarakat berhenti membuang sampah ke saluran air.
”Pemerintah menyiapkan infrastrukturnya, tapi warga yang menjaga fungsinya. Mari kita jadikan Pangkalpinang Bersih bukan hanya slogan, tapi budaya hidup sehari-hari,” tegasnya.
Kepala DLH Pangkalpinang, Suharto menambahkan bahwa setelah aksi ini, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap titik-titik drainase yang rawan dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal.
Aksi gotong royong ini berakhir menjelang siang dengan kondisi siring yang jauh lebih bersih dan aliran air yang mulai kembali lancar. Program serupa direncanakan akan terus dilakukan secara berkala di berbagai kecamatan di Kota Pangkalpinang. (*)