
“Disanakan kawasan wisata kok bisa KIP beroprasi sedekat itu? yang kami nilai n
sudah dekat ke darat, kami juga mempertanyakan hal ini secara tersurat dengan Dirut PT Timah atau Kepala Kawilasi laut di kabupaten Bangka. Pemilik pantai Batavia dulunya sangat menolak adanya aktivitas tambang, lah kok sekarang diam sudah berjalan beberapa hari KIP dilokasi tersebut,” ujarnya.
“Dan kami juga akan memberikan tembusan suray ke beberapa Kementrian yang berwenang kegaiatan tambang ini, dengan alasan daerah wisata dan biota laut jadi rusak. Sudah pasti air laut keruh, sebagai masyarakat penikmat wisata pasti kecewa,” tutup Angga.
Sumber ; LSM KPMP Babel