Usia Pangkalpinang 269 Tahun, Saparudin Pasang Target: Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan dan Pengangguran Harus Terjawab

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Memasuki usia ke-269 tahun, Pemerintah Kota Pangkalpinang menempatkan persoalan pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pengangguran hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai pekerjaan yang harus dijawab dalam lima tahun ke depan.

    Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin saat memimpin Upacara Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269 di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).

    Mengusung tema “Pangkalpinang Menang, Pangkalpinang SMART”, Saparudin mengatakan pembangunan kota tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berdampak pada kualitas hidup masyarakat.

    “Visi kami selama lima tahun ke depan adalah Pangkalpinang SMART: Kota Pangkalpinang yang Seimbang, Mapan, Amanah, Rukun, dan Tangguh,” ujar Saparudin.

    Ia menjelaskan, makna menang dalam tema tersebut bukan sekadar unggul dalam persaingan, tetapi bagaimana pemerintah mampu memberikan pelayanan, menjaga lingkungan, menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

    “Menang tidak semata-mata berarti kemenangan dalam kompetisi, tetapi memiliki makna yang lebih luas, yaitu menang dalam memberikan pelayanan, menjaga lingkungan, membangun ekonomi, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tuturnya.

    Menurut Saparudin, konsep Pangkalpinang SMART akan dijalankan melalui enam pilar, yakni Smart Governance, Smart Society, Smart Economy, Smart Environment, Smart Culture dan Smart Infrastructure.

    Ia berharap lima tahun ke depan pembangunan daerah dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing kota sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    HUT Kota Jadi Momentum Evaluasi

    Saparudin mengatakan peringatan HUT ke-269 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum untuk melihat kembali perjalanan kota sekaligus menentukan arah pembangunan ke depan.

    Pangkalpinang, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan industri, pelayanan sosial, administrasi pertambangan timah serta aktivitas lembaga keuangan di Bangka Belitung.

    Karena itu, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari birokrasi, masyarakat, tokoh agama, akademisi hingga pelaku usaha.

    “Percaya kita pacak, jika kita bersinergi dalam membangun dan mengembangkan Kota Pangkalpinang tercinta, insyaallah bersama-sama kita wujudkan Pangkalpinang menjadi kota yang seimbang, mapan, amanah, rukun, dan tangguh,” tegasnya.

    Upacara berlangsung khidmat dengan para peserta mengenakan pakaian adat Bangka Belitung. Hadir Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, camat, lurah serta sejumlah tokoh masyarakat.

    Usai upacara, Pemkot Pangkalpinang juga memberikan penghargaan berupa pin emas kepada wali kota dan wakil wali kota periode sebelumnya sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

    Para pejabat dan tamu undangan turut mengenakan busana adat Bangka Belitung dalam rangkaian peringatan hari jadi tersebut. (*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dambus Masuk Sekolah, Disdikbud Pangkalpinang Siapkan Pagelaran Seni untuk Pelajar

    Dambus Masuk Sekolah, Disdikbud Pangkalpinang Siapkan Pagelaran Seni untuk Pelajar

    Pemkot Pangkalpinang Dorong Belanja Pemerintah Serap Produk Lokal Lewat Ayoomall

    Pemkot Pangkalpinang Dorong Belanja Pemerintah Serap Produk Lokal Lewat Ayoomall

    4.800 Peserta Turun ke Jalan, Karnaval PAUD Pangkalpinang Ikut Gerakkan UMKM

    4.800 Peserta Turun ke Jalan, Karnaval PAUD Pangkalpinang Ikut Gerakkan UMKM

      Ikuti kami di Facebook