
“Menang tidak semata-mata berarti kemenangan dalam kompetisi, tetapi memiliki makna yang lebih luas, yaitu menang dalam memberikan pelayanan, menjaga lingkungan, membangun ekonomi, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tuturnya.
Menurut Saparudin, konsep Pangkalpinang SMART akan dijalankan melalui enam pilar, yakni Smart Governance, Smart Society, Smart Economy, Smart Environment, Smart Culture dan Smart Infrastructure.
Ia berharap lima tahun ke depan pembangunan daerah dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing kota sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Saparudin mengatakan peringatan HUT ke-269 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum untuk melihat kembali perjalanan kota sekaligus menentukan arah pembangunan ke depan.
Pangkalpinang, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perdagangan dan industri, pelayanan sosial, administrasi pertambangan timah serta aktivitas lembaga keuangan di Bangka Belitung.
Karena itu, pembangunan kota membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari birokrasi, masyarakat, tokoh agama, akademisi hingga pelaku usaha.