
“Kami akan dalami permasalahan tersebut, tentu nanti dengan data dan kajian, terkait asumsi masyarakat yang beredar. bahwa ada indikasi kesengajaan bermuara pada kebijakan menguntungkan beberapa pihak dan mengarah pada tindakan merugikan masyarakat dan negara. kalau ini tetap terjadi selama bulan ramadhan dan memang ada unsur tersebut maka kami KNPI Bangka akan bersurat dan Melaporkan ke Kejaksaan tinggi Babel agar dapat memeriksa PT. PLN Region Babel karena menimbulkan kerugian di masyarakat Bangka Belitung,” tegasnya.
Lebih lanjut Adi Putra menyebutkan WhatsApp ( WA ) warga yang masuk akibat sering mati banyak dampak ditimbulkan.
“Pesan WA Warga yang masuk Karena sering mati lampu, dampak yang di timbulkan sangat banyak, terutama mengenai stok – stok bahan makanan dengan sistem freezer, daging, bahan-bahan usaha molik UMKM, dan beberapa hewan peliharaan yang bernilai tinggi, sehingga menimbulkan kerugian yang besar di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu melalui Rilis Resminya, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (UIW Babel) terus melakukan gerak cepat dalam pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Bangka.
Tercatat hingga hari Selasa (21/3) pukul 10.30 WIB sebanyak 249 ribu pelanggan atau sebesar 85% dari total pelanggan PLN di Pulau Bangka telah kembali menikmati pasokan listrik.
“321 petugas kami siagakan 24 jam penuh guna melakukan percepatan pemulihan pada sistem kelistrikan di Pulau Bangka”, ujar Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bangka Edy Saputra.