
INTRIK.ID, BANGKA – PT Timah (Persero) Tbk memastikan bahwa arah pembangunan masyarakat di wilayah operasionalnya tidak ditentukan secara sepihak dari balik meja kantor. Melalui rangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang digelar secara maraton di empat kabupaten di Pulau Bangka, perusahaan plat merah ini turun langsung menyerap aspirasi dari level akar rumput.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–8 Mei 2026 ini melibatkan jajaran pemerintah daerah, camat, lurah, hingga tokoh masyarakat. Tujuannya satu: memperbarui Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) agar benar-benar menjawab kebutuhan riil warga.
Pembaruan dokumen strategis RIPPM ini difokuskan pada enam pilar utama yang menyentuh berbagai sendi kehidupan masyarakat: