Strategi PT Timah Tekan Angka ‘Absensi Sakit’ Lewat Sistem Deteksi Dini OH-IH

    INTRIK.ID, PANGKALPINANGPT Timah (Persero) Tbk memperketat pengawasan kesehatan kerja guna memastikan produktivitas perusahaan tetap stabil di tengah tantangan industri pertambangan. Melalui program Occupational Health – Industrial Hygiene (OH-IH), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini menargetkan penurunan signifikan pada angka kehilangan hari kerja akibat sakit atau Absence Severity Rate (ASR).

    ​Langkah strategis ini menempatkan aspek Health, Safety, and Environment (HSE) bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan fondasi utama dalam setiap proses bisnis perusahaan.

    ​PT Timah menyadari bahwa pekerja yang sehat adalah aset produktif. Oleh karena itu, perusahaan memulai langkahnya dengan Health Risk Assessment (HRA). Proses ini bertujuan memetakan potensi bahaya secara spesifik di lapangan, mulai dari tingkat kebisingan, paparan debu, zat kimia, hingga risiko biologis seperti bakteri.

    ​”Pemetaan lingkungan kerja tersebut menjadi dasar kami dalam menyusun matriks medical check-up (MCU) bagi karyawan. Jadi, pemeriksaan setiap pekerja disesuaikan dengan risiko paparan di posisinya masing-masing,” ujar Anggi Siahaan, Departement Head Corporate Communication PT Timah.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Untuk memastikan operasional berjalan tanpa gangguan penyakit akibat kerja (PAK), PT Timah menerapkan empat pilar kesehatan:

    1. Promotif: Edukasi rutin melalui webinar kesehatan dan pelatihan P3K untuk membangun kesadaran mandiri pekerja.
    2. Preventif: Penerapan program Fit for Task (FFT) untuk mengecek kesiapan fisik pekerja sebelum masuk area berisiko tinggi, serta penggunaan DASS-21 untuk skrining kesehatan mental.
    3. Kuratif: Penyediaan ruang Hiperkes di delapan wilayah operasional yang dilengkapi fasilitas cek medis dasar (gula darah, kolesterol, asam urat) untuk deteksi dini.
    4. Rehabilitatif: Pemantauan intensif bagi karyawan yang sedang dalam masa pemulihan agar siap kembali bekerja dengan kondisi prima.

    ​Salah satu poin krusial dalam program ini adalah menekan jumlah pekerja dengan risiko kesehatan tinggi (Medical High-Risk Employees/MHRE) dan menghindari fatalitas akibat penyakit tenaga kerja (Illness Fatality). PT Timah juga rutin melakukan Fatigue Assessment Scale (FAS) secara acak untuk mengukur tingkat kelelahan pekerja, guna menghindari kecelakaan kerja yang dipicu oleh faktor manusia.

    ​Dengan sistem OH-IH yang terintegrasi, PT Timah optimistis dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan berkelanjutan, sekaligus memastikan target operasional perusahaan tercapai tanpa hambatan faktor kesehatan. (*)

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Tagged with:
    asroh-ihpt timah
    Mungkin Suka Ini juga:
    Investasi, Langkah Menuju Merdeka Finansial

    Investasi, Langkah Menuju Merdeka Finansial

    Pedagang Pasar Koba Menjerit, Harga Sembako Naik dan Omzet Anjlok

    Pedagang Pasar Koba Menjerit, Harga Sembako Naik dan Omzet Anjlok

    PT Timah Boyong UMKM Babel ke Jakarta, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

    PT Timah Boyong UMKM Babel ke Jakarta, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

    Inflasi Babel Tetap Tenang di Tengah Cuaca Ekstrem, Bank Indonesia Perkuat 11 Langkah Pengendalian Harga

    Inflasi Babel Tetap Tenang di Tengah Cuaca Ekstrem, Bank Indonesia Perkuat 11 Langkah Pengendalian Harga

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Berawal dari Kebun KWT, Sabun Daun Sirih Bunda Fresh Bersiap Naik Kelas

    Berawal dari Kebun KWT, Sabun Daun Sirih Bunda Fresh Bersiap Naik Kelas

      Ikuti kami di Facebook