
JAKARTA, INTRIK.ID – Setelah melalui proses perundingan yang panjang dan dinamis selama hampir satu tahun, PT Timah (Persero) Tbk akhirnya mencapai titik temu dengan serikat pekerja terkait Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Kesepakatan final ini diteken dalam perundingan tahap keempat yang berlangsung di Kantor Perwakilan Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Lahirnya PKB baru ini menjadi angin segar bagi hubungan industrial di tubuh emiten tambang plat merah tersebut. Prosesnya sendiri tidak instan; dimulai sejak April 2025, perundingan sempat mengalami jalan buntu (deadlock) di Pangkalpinang pada akhir April 2026 sebelum akhirnya disahkan di Jakarta.
Direktur SDM PT Timah, Ratih Mayasari, mengungkapkan bahwa alotnya diskusi merupakan hal wajar dalam merumuskan kebijakan yang menyangkut hajat hidup ribuan karyawan serta masa depan perusahaan.
”Proses ini hampir satu tahun karena adanya perbedaan pandangan. Namun, setiap persoalan dapat diselesaikan ketika semua pihak memiliki semangat yang sama: menjaga keberlangsungan perusahaan dan kebaikan bersama,” ujar Ratih.
Ia menegaskan bahwa manajemen dan pekerja bukanlah pihak yang berseberangan, melainkan satu ekosistem. Ratih menekankan dua poin kunci yang saling mengikat: