
Pemprov Babel dikatakannya telah menurunkan dua alat berat (_Excavator dan Long Arm yang sedang beroperasi) dan akan menambah lagi dengan ponton dan dozer agar penggerukan bisa cepat selesai.
“Pemerintah turun tanganlah untuk menyelesaikan itu. Berdasarkan informasi nelayan tadi, jika sudah dilakukan pengerukan nanti malam kapal-kapal itu sudah bisa masuk (kondisi air pasang). Dan jika nanti malam belum bisa masuk, maka kita akan segera carikan alternatif lain,” jelasnya.
Sementara, Kepala Bappeda Fery Insani mengungkapkan penanganan Muara Jelitik ini penting mengingat, muara ini menjadi tempat beraktivitas lebih dari 700an nelayan (data berdasarkan penelitian mahasiswa UBB).