
Ia mengatakan pelatihan tersebut dihasilkan berupa kerajinan tangan seperti tas, keranjang, kotak tisu, cermin hias, miniatur rumah memarong dan lain sebagainya.
“Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi PT Timah dalam upaya pelestarian budaya adat Mapor sehingga menjadi daya tarik wisata kedepannya yang akan dipromosikan dan dilestarikan,” ungkapnya.
“Kami juga berikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pelaku budaya baik pengurus Lembaga Adat Mapor, pembina Lembaga Adat Mapor Ali Usman, budayawan bapak Akhmad Elvian didukung oleh pelatihan yang dilakukan Dinas KUKM Provinsi Babel,” tambah Rismy.
Ia juga meminta komitmen dan sinergi serta kolaborasi yang baik dari semua stakeholder agar mampu menjaga dan memelihara aset yang sudah dibangun sehingga dapat terus ditingkatkan dan berkelanjutan.