Review Huawei Band 6: Smartband Rasa Smartwatch, Layar Lebih Lebar dan Fitur Lengkap!

    Tidak ada tombol sama sekali di bagian depan perangkat ini. Dengan begitu, perangkat ini memanfaatkan input sentuh dan gestur untuk bernavigasi.

    2. Performa

    Performa dari smartband ini terasa mulus. Proses pemasangan ke smartphone juga cukup mudah. Kamu bisa menggunakan dua cara, yakni scan QR Code dalam paket penjualan atau menggunakan Huawei App Health yang bisa kamu unduh lewat Huawei App Gallery.

    Proses pemasangan ke HP juga cukup singkat. Kamu tinggal akses Huawei Health, cari perangkat Bluetooth, dan secara langsung bisa ditemukan dan dipasangkan ke HP kamu. Kemudian, akan terdapat beberapa pembaruan software yang langsung tersedia. Kamu juga bisa memasangkan perangkat ini ke iPhone yang mendukung iOS versi 9.1 ke atas.

    Lantas, bagaimana dengan baterainya? Huawei mengklaim perangkat ini bisa bertahan hingga 14 hari dalam sekali proses pengecasan. Bahkan, perangkat ini bisa bertahan hingga 2 hari dengan hanya mengisi daya selama 5 menit saja. Tentu hal tersebut dengan sistem pemakaian yang wajar, jika digunakan secara intens, maka daya baterai akan lebih cepat habis.

    3. Fitur Unggulan

    Smartband ini diluncurkan pada saat pandemi COVID-19 menyerang. Dengan demikian, perangkat ini punya fitur kesehatan yang lengkap. Terdapat tiga sensor utama di perangkat ini, yaitu giroskop, denyut jantung, dan akselerometer.

    Menariknya, perangkat ini punya fitur pengukuran oksigen dalam darah (SpO2) yang otomatis dapat dimuat. Pada umumnya, fitur tersebut hanya dapat diakses secara manual oleh penggunanya.

    Aplikasi Huawei Health juga bisa menampilkan informasi yang lengkap serta mudah dipahami oleh penggunanya. Saat bangun tidur, kamu akan menemukan notifikasi skor kualitas tidur. Beberapa poin juga bisa ditingkatkan, contohnya seperti mengurangi konsumsi minum sebelum tidur atau mematikan pencahayaan sebelum tidur.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook