Rapor Merah Kekerasan Terhadap Perempuan

    Foto: Nurul Aryani

    Tidak cukup menyerahkan problem ini pada individu dan masyarakat. Tetapi pemerintah juga harus turut andil dalam langkah yang lebih nyata lagi hadir ditengah-tengah masyarakat memperbaiki manusia. Melalukan upaya pencegahan sebelum terjadinya tindak kekerasan adalah salah satu yang terpenting dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan.

    Islam Secara Efektif Melindungi Perempuan
    Kekerasan di dalam Islam dipandang sebagai bentuk kemaksiatan. Kemaksiatan termasuk dalam kejahatan. Maka Islam memberikan sanksi yang tegas pada setiap pelaku kekerasan ini. Hukuman yang diterapkan dalam Islam sendiri berfungsi sebagai jawabir dan zawajir. Jawabir berarti hukuman yang dikenakan pada pelaku akan menebus dosanya. Sedangkan zawajir artinya hukuman yang diterapkan akan mencegah orang lain melakukan tindakan yang sama.

    Islam juga memberikan banyak langkah pencegahan agar tidak terjadinya kekerasan. Faktor internal karena labilnya emosi, minimnya pengendalian diri atau kebiasaan berbuat kekerasan akan ditangani oleh penguasa dengan membentuk individu yang bertakwa. Memiliki pola pikir Islam dan pola sikap Islam. Bukan abal-abal, bukan pula sikap berpura-pura. Negara betul-betul harus memastikan setiap warga negara teredukasi dan menerima dakwah Islam.

    Selain sanksi yang tegas dan perbaikan pada individu Islam juga menutup celah kekerasan karena faktor ekonomi. Setiap kebutuhan rakyat baik sandang, pangan, papan akan dipenuhi oleh negara. Negara mengelola badan keuangan (baitul mal) yang diperoleh dari pengelolaan terhadap kepemilikan umum maupun kepemilikan negara untuk memenuhi hajat rakyatnya.

    Perlindungan Nyata dari Islam untuk Perempuan
    Ada sebuah kisah mahsyur yang menggambarkan betapa seriusnya Islam melindungi perempuan dari kekerasan atau pelecehan sekecil apapun. Pada masa pemerintahan Khalifah Al-mu’tasim billah. Di tahun 837 Masehi, seorang budak muslimah dilecehkan orang Romawi. Dia adalah keturunan Bani Hasyim, yang saat kejadian sedang berbelanja di pasar. Bagian bawah pakaiannya dikaitkan ke paku, sehingga terlihat sebagian auratnya ketika ia berdiri.

    Perempuan itu lalu berteriak-teriak, “Waa Mu’tashimaah!”, yang artinya “Di mana engkau wahai Mu’tashim (Tolonglah aku)”.

    Mendengar ada Perempuan yang meminta pertolongannya sebagai kepala negara, Khalifah pun menurunkan pasukan yang sangat banyak jumlahnya. Bahkan ada yang meriwayatkan bahwa tentara berbaris dengan sangat panjang dengan barisan yang tidak putus dari gerbang istana khalifah di Baghdad hingga Ammuriah (Turki). Mereka kemudian mengepung Ammuriah selama lima bulan. Dan Kota Ammuriah takluk pada bulan Agustus dan berhasil membebaskan kota Ammuriah dari kuasa Romawi. (umroh.com 18/10/2022)

    Pages: 1 2 3 4
      Ikuti kami di Facebook