PT Timah Tenggelamkan 15 Coral Garden di Pulau Putri

    Ketua Yayasan Sayang Babel Kite Indra Ambalika Syari menceritakan coral garden yang ditenggelamkan PT Timah sejak 2019 telah menjadi habitat alami yang ditandai dengan banyaknya penempelan biota laut dan indeks keanekaragaman biota sudah mencapai angka 1,5.

    “Coral garden yang ditenggelamkan awalnya masih buatan tapi sekarang sudah menjadi habitat alami dan sudah menjadi habitat baru. Harapannya bisa mempercepat laju restorasi untuk memperbaiki ekosistem pesisir,” katanya.

    “Kita di Pulau Putri ini sudah ada kebun pembibitan sendiri, tidak perlu lagi mengambil patahan karang dari karang alam. Dan PT Timah juga melibatkan masyarakat lokal mulai dari pembuatan, penenggelaman, dan monitoring,” sambungnya.

    Menurutnya, artificial reef seperti coral garden berperan penting untuk merangsang habitat alami yang diharapkan menjadi modal utama untuk mempercepat laju rehabilitasi di ekosistem alam yang sudah rusak.

    “Diharapkan nantinya ikan karang yang menempel di artificial menjadi sumber indukan yang nantinya berpindah ke ekosistem yang sudah rusak agar dapat membantu proses pemulihannya dan bisa mempercepat proses rehabilitasi laut,” ujar Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Bangka Belitung ini.

    Salah satu nelayan di Penyusuk, Ramadan mengatakan mereka telah merasakan langsung manfaat coral garden yang ditenggelamkan PT Timah. Dirinya bisa melaut lebih dekat dan hasil tangkapannya semakin meningkat.

    “Yang paling dirasakan itu kita tidak perlu jauh-jauh lagi melaut, karena coral garden ini ditenggelamkan hanya sekitar 1 mil dari laut. Ikan-ikannya juga banyak seperti kakap merah. Kita juga jadi menghemat biaya BBM,” ucapnya.

    Sebagai salah satu pelaku wisata, Menurut Rama kehadiran coral garden juga bisa membantu dirinya untuk membawa wisatawan untuk menemukan spot-spot bagus saat snorkling.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook