
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PT Timah. Ini menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap masyarakat kami. Kelapa dan mangga dipilih karena nilai jualnya cukup tinggi dan kebutuhan konsumsi juga besar,” ujarnya.
Acai menambahkan, Desa Tepus memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pertambangan karena struktur tanahnya yang bergambut dan berpasir. Namun banyak lahan bekas galian tambang masyarakat yang kini tidak lagi produktif.
Melihat hal itu, Pemerintah Desa Tepus berinisiatif mengubah kawasan tersebut menjadi lahan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Selain menanam kelapa dan mangga, lahan ini juga direncanakan berkembang menjadi kawasan peternakan dan perikanan.
“Lokasi ini merupakan lokasi ketahanan pangan Desa. Selain perkebunan, kami ingin mengembangkan peternakan ayam dan tambak ikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi warga,” jelas Acai.
Keberadaan kebun desa ini tidak hanya fokus pada ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.