
“Sejak tahun 2011 kami sudah menghadapi hambatan muara dangkal. Kondisi saat ini memang cukup parah. Biasanya kalau mau masuk muara itu harus nahan, waswas. Alhamdulillah dengan bantuan PT Timah ini kami mulai bisa bernapas lega,” kata Oman.
Oman mengatakan bantuan dari PT Timah Tbk akan mereka gunakan untuk membangun satu unit ponton sederhana yang cara kerjanya menyerupai cutter suction dredger (CSD) untuk menyedot pasir. Ponton ini akan digunakan untuk kegiatan pendalaman dan perawatan muara secara berkelanjutan.
Menurutnya, proses pembuatan ponton dilakukan secara gotong royong oleh nelayan dan tenaga lokal. Sehingga nantinya persoalan pendangkalan ini biasa diatasi bersama.
“Kami sudah lakukan pengerukan menggunakan ekskavator, tapi itu tidak bisa terus-menerus standby. Dengan adanya ponton ini, pendalaman dan perawatan muara bisa kami lakukan sendiri dalam jangka panjang,” jelas Oman.