Tekanan angin yang kurang dan tidak sesuai standar tentunya bisa memberikan berbagai dampak negatif tersendiri. Berikut adalah beberapa dampak negatifnya yang bisa dirasakan langsung oleh pengendara sepeda motor:
Saat berkendara motor menjadi terasa lebih berat.
Kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan sehingga bisa memperbesar risiko terjadinya kecelakaan.
Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin harus bekerja lebih keras akibat roda kurang optimal dalam bergerak.
Kondisi ban menjadi lebih aus terutama di bagian pinggirannya sehingga pengendara juga harus lebih sering menggantinya.
PSI yang kurang membuat kontak antara ban motor dan permukaan aspal menjadi lebih lebar. Dampaknya yaitu traksi menjadi berkurang karena distribusi berat menjadi tidak rata.
Ban bisa mengalami gesekan yang berlebihan dengan permukaan jalan sehingga menyebabkan overheat hingga akhirnya meledak.
Risiko Tekanan Angin Terlalu Tinggi
Selain tekanan rendah yang berdampak buruk, tekanan angin terlalu tinggi juga bisa memberikan dampak negatif. Berikut ini adalah beberapa dampaknya yang penting untuk diketahui:
Traksi di jalan berpasir atau jalan basah berkurang karena semakin sedikit permukaan ban yang kontak dengan jalan.
Ban menjadi lebih mudah pecah ketika melewati lubang di jalan atau terkena benturan dengan keras.
Ban bagian tengah akan menjadi lebih cepat aus karena beban terpusat di sana selama berkendara.
Motor menjadi lebih keras sehingga mampu mengurangi rasa nyaman, apalagi saat harus berkendara jarak jauh.
Kendaraan menjadi terasa kurang stabil, terutama saat melewati jalanan yang tidak rata.
Memastikan PSI ban motor dalam angka yang tepat sesuai anjuran memang menjadi hal sangat penting. Sebab dengannya maka kegiatan berkendara menjadi lebih aman, nyaman, dan terhindar dari risiko kecelakaan. Kondisi ban kendaraan juga menjadi lebih awet dan konsumsi bahan bakarnya pun tetap hemat. Karena itu pastikan bahwa tekanan ban motor selalu dalam angka PSI yang tepat.