
“Dari bantuan PT Timah Tbk tersebut dapat menunjang, perbaikan plastik di vlog-vlog yang bocor, pembelian sarana dan prasarana penunjang produksi garam serta pembuatan vlog-vlog garam yang baru,” kata Akhartoni.
Menurutnya, setelah mendapatkan bantuan itu berdampak terhadap peningkatan produksi garam mereka yang sebelumnya hanya kisaran 200 kilo gram per tiga minggu.
Namun, setelah ada bantuan PT Timah Tbk, mereka memperbaiki vlog-vlog itu, meskipun, masih ada kendala yakni belum selesai perbaikan vlog-vlog garam yang bocor, namun hasil produksi lebih dari sebelumnya.
“Hasil produksi per tiga minggu untuk sekarang dapat empat ratus kilogram,” sebutnya.