
“Endapan sekunder yang dimaksud dalam konteks ini adalah SHP, yaitu material hasil pengolahan yang masih memiliki potensi mineral bernilai, termasuk Mineral Ikutan Timah (MIT) dan Logam Tanah Jarang,” jelas Ichwan.
Ia memaparkan karakteristik endapan SHP sebagai endapan sekunder dan membandingkannya dengan endapan in-situ atau primer. Berdasarkan data-data riset yang ada, Ichwan menilai endapan sekunder tersebut masih memiliki peluang besar untuk menghasilkan mineral MIT dan LTJ melalui pendekatan dan teknologi pengolahan mineral yang tepat.
Ichwan juga menjelaskan bahwa mineral ikutan timah yang mengandung unsur LTJ antara lain monazite dan xenotime. Secara geologi, mineral-mineral tersebut terbentuk bersamaan dengan cassiterite, mineral utama pembawa timah.
“Pengendapan mineral ini terjadi secara primer dan aluvial. Primer berasal langsung dari magma dan belum mengalami pelapukan, sementara aluvial merupakan endapan yang telah terlapukan dan terkonsentrasi di endapan sungai purba,” ujarnya.