Pertama Kali Pakai Manajemen Talenta, 22 PNS Bangka Tengah Masuk Jabatan Baru

    Caption: Pelantikan ASN di Bangka Tengah.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mulai mengubah cara mengisi jabatan aparatur sipil negara (ASN). Untuk pertama kalinya, proses pengisian jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Bangka Tengah menerapkan sistem manajemen talenta.

    Penerapan sistem tersebut ditandai dengan pengangkatan dan pemberhentian PNS dalam jabatan administrator dan pengawas yang dipimpin Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Ruang Rapat Besar Kantor Bupati Bangka Tengah, Rabu (23/9/2026).

    Sebanyak 22 PNS dilantik dalam jabatan administrator dan pengawas. Pada kesempatan yang sama, Achmad Barliansyah kembali diangkat sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Bangka Tengah untuk masa jabatan 2026–2031.

    Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Bangka Tengah, Sekretaris Daerah serta Kepala BKPSDMD Kabupaten Bangka Tengah.

    Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan manajemen talenta menjadi dasar baru dalam melihat potensi, kompetensi, kinerja serta kesesuaian ASN sebelum ditempatkan pada jabatan tertentu.

    “Pelantikan hari ini menjadi langkah pertama dalam penerapan manajemen talenta. Ke depan, proses seleksi tidak lagi dilakukan seperti sebelumnya. Kami mulai menerapkan manajemen talenta melalui pemetaan ASN ke dalam kelompok atau box tertentu,” ujar Algafry.

    Dengan sistem tersebut, pengisian jabatan tidak semata-mata dipandang sebagai proses pergantian atau perpindahan pejabat. ASN akan dipetakan berdasarkan potensi dan kompetensinya untuk melihat kesesuaian dengan kebutuhan jabatan.

    Algafry menegaskan pengangkatan, pemberhentian maupun mutasi jabatan bukan keputusan yang dapat dilakukan secara tiba-tiba.

    “Pelantikan tidak dapat dilakukan secara tiba-tiba sesuai keinginan. Ada proses yang harus dilalui,” jelasnya.

    Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bagi pejabat yang baru dilantik agar tidak melihat jabatan sebagai sesuatu yang harus dirayakan secara berlebihan.

    “Proses pengangkatan dan pemberhentian ini hal yang biasa. Jadi jangan dianggap ini malapetaka atau sebuah kebahagiaan. Tidak usah euforia, tidak usah merasa terlalu berlebihan menyikapinya, dan jangan menganggap ini sebuah penderitaan atau kesedihan,” tegas Algafry.

    Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kinerja dan integritas. Karena itu, para pejabat diminta menjadikan tugas yang diberikan sebagai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    “Jadikan setiap pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab, setiap tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang, dan setiap keberhasilan sebagai motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, berikan pelayanan dengan sepenuh hati, dan jadilah bagian dari perubahan positif bagi Kabupaten Bangka Tengah,” pesannya.

    Sementara itu, kepada Achmad Barliansyah yang kembali dipercaya memimpin Perumda Air Minum Tirta Bangka Tengah hingga 2031, Algafry mengingatkan bahwa jabatan tersebut memiliki tantangan berbeda dibandingkan pekerjaan ASN pada umumnya.

    Menurut Algafry, Direktur Perumda dituntut memiliki keterlibatan langsung dalam operasional dan persoalan teknis di lapangan, termasuk penanganan jaringan perpipaan.

    “Pak Dirut harus tetap semangat. Tugas sebagai direktur utama Perumda berbeda dengan pekerjaan ASN. Waktu kerja yang dibutuhkan sangat panjang dan menuntut keterlibatan langsung di lapangan. Pekerjaan ini tidak selalu bersih dan nyaman karena membutuhkan kerja keras secara nyata,” kata Algafry.

    Ia berharap kepercayaan yang kembali diberikan kepada Achmad Barliansyah dapat dibarengi peningkatan kinerja Perumda, terutama dalam memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat Bangka Tengah.

    Penerapan manajemen talenta kini menjadi pekerjaan lanjutan bagi Pemkab Bangka Tengah. Setelah proses pemetaan dan pengisian jabatan dimulai, hasil akhirnya akan diuji melalui kinerja para pejabat serta kualitas pelayanan publik yang dirasakan masyarakat.

      Ikuti kami di Facebook