
Soal pemasangan lampu jalan di kota ini, jawab Molen, sudah diperhitungkan pihaknya ada sekitar 7000 titik. Dari jumlah sebanyak itu dengan kondisi keuangan yang ada, pemerintah harus memutar otak mendahulukan mana yang sangat prioritas dipasang.
Meski demikian, wali kota spontan memberi angin segar terkait usulan Asnawi dengan mengalokasikan sepuluh titik di tempat yang benar-benar prioritas. Ini setelah Molen meminta data dari Kepala Dinas Perhubungan Ubaidi yang hadir diacara tersebut.
“Sekarang masih ada 150 titik lampu yang bisa kita bagikan. Jadi untuk Kecamatan Gerunggang dari 150 titik kita bagi beberapa kelurahan. Untuk usulan Pak Asnawi 10 titik bisa tidak dipenuhi?,” tanya Molen kepada Kadishub.
Kadishub pun memastikan bisa merealisasikannya 10 titik pada pertengahan Maret 2023 mendatang. Mendapat tanggapan cepat wali kota, Asnawi pun bersyukur dan tidak bisa menyembunyikan lagi bahagianya.
“Alhamdulillah terima kasih malam ini Pak Wali langsung mengabulkan permintaan masyarakat kami soal lampu jalan,” sebut Asnawi.
Aspirasi lainnya dikemukakan Tahmi, warga Kelurahan Tuatunu Indah. Ada lima permintaan disampaikan dia kepada Wali Kota Molen. Diantaranya terkait lampu penerangan jalan, minta percepatan pembangunan jembatan dan pengaspalan di Sungai Kulan dan Jalan Kulan. Namun sebelum menyampaikan uneg-unegnya, Tahmi berterima kasih kepada Wali Kota Molen yang disebut dia telah banyak membangun infrastruktur di Tuatunu serta membantu memecahkan berbagai masalah masyarakat disini.