
INTRIK.ID, BANGKA — Jalan menuju kampus di Jepang ternyata tidak selalu mulus bagi Marhan Ebit Saputra. Alumni Program Studi Fisika Universitas Bangka Belitung (UBB) itu sempat gagal dalam sejumlah seleksi beasiswa dan universitas sebelum akhirnya berhasil meraih beasiswa Japanese Government Scholarship (MEXT) untuk melanjutkan studi doktoral di Jepang.
Marhan yang dulu kuliah di UBB melalui jalur beasiswa Bidikmisi kini bersiap menempuh pendidikan PhD di Graduate School of Life Science and Systems Engineering, Kyushu Institute of Technology, Jepang, selama tiga tahun mulai Oktober 2026 hingga 2029.
Perjalanan tersebut menjadi kontras dengan kondisi awalnya sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi. Marhan menyelesaikan pendidikan sarjananya di UBB pada 2021 dengan predikat cumlaude dan IPK 3,68.
Setelah itu, ia melanjutkan Magister Fisika di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan fokus penelitian nanomaterial magnetik untuk aplikasi magnetic hyperthermia.
Namun, perjalanan menuju Jepang tidak langsung berhasil. Marhan sebelumnya mencoba sejumlah peluang beasiswa dan universitas, termasuk NAIST, MEXT, serta beberapa universitas di Taiwan. Sebagian upaya tersebut berakhir dengan kegagalan.
Alih-alih berhenti, kegagalan itu dijadikannya bahan evaluasi. Ia memperbaiki research proposal, kemampuan bahasa Inggris, komunikasi dengan calon supervisor, hingga cara menyampaikan tujuan studinya.