
“Keberhasilan ini bukan hasil dari satu proses seleksi, tetapi akumulasi dari berbagai percobaan, evaluasi, dan proses belajar,” kata Marhan.
Ia mengaku salah satu tantangan terbesar bukan hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi menjaga konsistensi dan kepercayaan diri setelah mengalami kegagalan.
“Gagal dalam satu seleksi bukan berarti gagal dalam perjalanan. Bisa jadi kita hanya sedang diarahkan menuju kesempatan yang lebih tepat,” ujarnya.
Di Jepang, Marhan akan mengembangkan functional nanomaterials, khususnya material berbasis magnetit yang diarahkan ke sistem komposit atau mikrokapsul untuk aplikasi biomedis.
Riset tersebut menjadi kelanjutan dari penelitian magisternya mengenai sintesis dan karakterisasi nanopartikel Fe₃O₄ untuk aplikasi magnetic hyperthermia.
Menurut Marhan, ketertarikannya pada penelitian tumbuh selama menempuh pendidikan Fisika. Ia melihat Fisika bukan hanya berkaitan dengan teori dan perhitungan, tetapi juga menjadi dasar untuk memahami persoalan di bidang kesehatan, energi, material, hingga teknologi.
“Fisika mengajarkan saya bukan hanya mengenai teori dan perhitungan, tetapi juga bagaimana berpikir secara sistematis, menganalisis suatu permasalahan, dan mencari solusi berdasarkan data dan bukti,” ungkapnya.