
Nurmala Dewi
(Mahasiswi Sosiologi Universitas Bangka Belitung)
Nganggung merupakan tradisi lokal masyarakat melayu yang telah membudaya sejak lama dan dapat dikatakan sebagai salah satu identitas diri dan ciri khas dari masyarakat melayu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Nganggung sering juga disebut dengan ’Sepintu Sedulang’ yang berarti setiap satu pintu rumah membawa satu dulang yang berisi makanan dan ditutup dengan penutup dulang, yaitu Tudung Saji (warisanbudaya.kemdikbud.go.id, 01/01/2010). Tradisi ini umumnya dilaksanakan untuk menyambut pelbagai hari besar keagamaan islam seperti Muhharam, Maulid Nabi Muhammad SAW, Nisfu Sya’ban, Ruah , Idul Fitri, Idul Adha, dan sebagainya. Dalam pelaksanaanya, tradisi nganggung ini memiliki makna yang sangat luas, dimana di dalamnya terkandung tiga unsur yang meliputi unsur religi, sosial , dan budaya. Makna utama dari tradisi nganggung adalah sebagai wujud semangat gotong royong yang bertujuan mempererat tali silahturahmi antar masyarakat melayu yang ada di Bangka Belitung sehingga terciptanya suatu kondisi masyarakat yang rukun dan tentram.