
Kendati demikian, Syarief mengaku masih terus membutuhkan bantuan buku dari para donatur, dengan mem-posting di media sosial seperti Facebook, Instagram dan juga WhatsApp.
“Kita share juga di media sosial tentang rumah baca ini, karena kami (RBD-red) terus menampung buku sebanyak-banyaknya dari para donatur. Itulah kenapa saya pribadi merasa bersyukur banyak teman-teman yang membantu publikasi keberadaan RBD ini,” kata pria yang juga sebagai guru ngaji di TPA Darussalam.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ditusuk Saat Isi Ceramah Di Lampung
Di akhir keteranganya, ia menjelaskan akan segera merubah status RBD menjadi yayasan agar mempunyai payung hukum yang jelas.
“Masih kami bicarakan dengan teman-teman pengurus lainnya, baiknya seperti apa, kalau memang itu yang terbaik, kenapa tidak. Karena semua keputusan kami ambil berdasarkan hasil kesepakatan rapat pengurus,” tukasnya.
Selain dilengkapi dengan ratusan judul buku, pengunjung yang datang juga tidak dikenakan biaya, hanya saja setiap buku yang dipinjam wajib untuk dikembalikan.(red)