
“Semua orang bisa kena HIV/AIDS. Terlebih kelakuan seksual menyimpang dan juga seksual beresiko. Itu sangat rentan, ” tegasnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, meningkatnya kasus HIV/AIDS di Bangka Tengah bukan terjadi peningkatan, namun kesadaran skrining atau deteksi dini menjadi pemicu naiknya kasus HIV/AIDS yang menjadi fenomena gunung es.
“Angka 25 ini mungkin bukan angka real yang mana HIV/AIDS ini adalah fenomena gunung es. Bisa jadi angkanya lebih besar kalau masyarakat sadar untuk skrining HIV/AIDS semuanya agar terdeteksi semuanya, ” jelasnya.