
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong belanja barang dan jasa pemerintah lebih banyak menyerap produk pelaku usaha lokal. Salah satu langkahnya melalui pemanfaatan lokapasar atau E-Marketplace Toko Daring Ayoomall.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pangkalpinang melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, dalam Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Lokapasar (E-Marketplace) Toko Daring Ayoomall.
Menurut Juhaini, digitalisasi pengadaan bukan sekadar mempermudah proses belanja pemerintah, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku UMK dan koperasi.
“Pemerintah memiliki kebutuhan, pelaku usaha memiliki produk, teknologi mempertemukan keduanya. Masyarakat kemudian memperoleh manfaat dari perputaran ekonomi yang terjadi,” ujar Juhaini.
Ia menegaskan, produk lokal yang memenuhi kebutuhan, kualitas, spesifikasi dan ketentuan pengadaan harus mendapat ruang dalam belanja pemerintah.
“Jangan sampai produk masyarakat kita ada di depan mata, tetapi belanja pemerintah justru mengalir keluar daerah. Kita ingin uang pemerintah berputar sebanyak mungkin di dalam perekonomian masyarakat kita sendiri,” katanya.
Juhaini juga meminta pelaku usaha lokal tidak sekadar menunggu peluang. Legalitas, kualitas produk, harga kompetitif serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital perlu dipersiapkan agar mampu masuk dalam ekosistem pengadaan pemerintah.
Ia berharap sosialisasi dan bimbingan teknis Ayoomall tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Perangkat daerah diminta mengoptimalkan pengadaan elektronik, sementara pelaku usaha memanfaatkan platform tersebut untuk memperluas pasar.
“Peluang tersebut harus kita jemput, bukan kita tunggu,” tegasnya.